Social Icons

Pages

Rabu, 18 April 2012

Buku Barcelona Jilid I

Mulai hari ini hingga delapan seri, akan diterbitkan kutipan dari buku terbaru Graham Hunter.






Liga BBVA: Málaga-Barcelona: Lionel Messi



Ketika Lionel Messi meringis kesakitan pada pertandingan Liga Champions melawan Glasgow Celtic 4 Maret 2008, itu menandai akhir musim Barcelona. Itu juga memulai pertemuan rahasia pemegang kebijakan Camp Nou yang merumuskan strategi radikal untuk melindungi anak emas mereka yang baru berusia 18 tahun dan memberinya jalan untuk memimpin era baru Barcelona.



Setelah Lionel Messi terjatuh sambil memegang hamstring kirinya pada menit ke-38 pertandingan melawan Celtic 4 Maret 2008 di Camp Nou, Ronaldinho dan Deco menjadi pemain pertama yang datang dan menghibur rekan muda mereka yang rentan cedera. Messi terpincang-pincang di lapangan, momen yang menandakan habisnya musim tim secara keseluruhan.

Kabinet perang dibentuk menyusul kejadian tersebut. Terdiri dari direktur sepakbola Txiki Begiristain dan dua wakil presiden, Ferran Soriano dan Marc Ingla.

Ingla membeberkan kisah itu, "Kami kecewa dengan kerentanan Messi dan cedera ototnya yang terus berulang. Setelah pertandingan Celtic, kami menyusun rencana menyeluruh untuk penampilan masa depannya, seperti mengatur jumlah makanan, jenis makanan yang harus dikonsumsi, berapa jam tidur yang harus dia dapatkan, jenis peregangan apa yang harus dilakukannya setiap hari. Rencana ini begitu lengkap untuk menjaganya tetap bugar dan meminimalisir cedera. Kami bekerja keras untuk rencana itu dan menginvestasikan banyak uang untuk membantunya."



Duo Brasil | Kegembiraan Deco dan Ronaldinho rupanya tak berlangsung lama
Juanjo Brau adalah pelatih kebugaran dan pemulihan yang pernah bekerjasama dengan Messi, tapi tidak secara eksklusif, sejak sebelum Piala Dunia 2006. Ditentukan pula Brau akan membimbing Messi, membantunya menghindari cedera daripada sekadar menyembuhkannya.

Diet Messi dimulai dengan jenis makanan yang awalnya tidak diketahui, ternyata ikan dan sayur-sayuran, dan perubahan ini mampu membuatnya menjaga tubuhnya tetap kuat, tidak mudah cedera, dan lebih cepat pulih. Namun, masih banyak rencana lain daripada hal itu.

Ronaldinho dan Deco akan disingkirkan dari tim, sebagian karena memberi jalan untuk pelatih baru, seperti yang ditentukan dalam kabinet perang, tetapi juga untuk menyelamatkan Messi dari pengaruh mereka yang merusak.


Ronaldinho dan Deco akan disingkirkan dari tim, sebagian karena memberi jalan untuk pelatih baru, seperti yang ditentukan dalam kabinet perang, tetapi juga untuk menyelamatkan Messi dari pengaruh mereka yang merusak.


Ronaldinho dan Deco hidup berfoya-foya di luar lapangan, tak ubahnya seperti atlet berbakat muda dan kaya lain sebelum mereka, penuh dengan aura magis yang membuat mereka menjadi bintang sehingga boleh melanggar peraturan dan tetap bisa tampil baik. Mereka salah.

Kontribusi Deco jauh berkurang. Dia mulai menderita cedera dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Ronaldinho jatuh dari tingkat paling tinggi. Perbedaan paling mencolok adalah bertambahnya bobot tubuh, seperti yang dialami pula oleh ibunya, serta saudara-saudaranya. Dari seorang pemain terbaik dunia, dia berubah menjadi seorang yang lembek.

Direksi Barca memandang Messi harus menjadi seorang manusia super supaya tidak dipengaruhi pemain yang diidolakannya, pemain yang menganggap dirinya seperti anggota keluarga sendiri. Messi sekarang menjadi pemain yang kekar, tumbuh dengan tinggi tubuh maksimal, berkembang kian kuat serta menentukan dengan bola di kakinya, tapi masih menjalani menu khas Argentina dengan daging merah dan karbohidrat. Kalau dia tersentuh gaya hidup malam, Barca akan kehilangan tiga pemain bagus, tidak hanya dua. Jadi, dua pemain Brasil itu harus pergi.



Kalau Messi tersentuh gaya hidup malam, Barca akan kehilangan tiga pemain bagus, tidak hanya dua. Jadi, dua pemain Brasil itu harus pergi.  


Ingla bilang, "Ronaldinho dan Deco sudah bertindak di luar kendali. Mereka pernah menjadi pemain terbaik selama dua tahun dan kami kehilangannya." Masih ada dukungan untuk Ronaldinho, Soriano menjulukinya perekrutan "bintang rock", yang mengubah cara bermain Barcelona dan memberikan mereka tempat di dunia sepakbola. Dia mengembalikan magis ke Camp Nou.

Soriano mengatakan, "Jelas sudah Ronaldinho tidak akan seterusnya menjadi bintang, meski kami sempat mengira pada 2005 kalau kami mampu meraih prestasi dan kami sudah berdiskusi dengan abangnya untuk memperpanjang kontrak hingga 2014. Pada 2007 kami sadar dia bukan lah ikon klub. Kami sudah memutuskan, ikon klub adalah Messi."

Ingla mengulangi apa yang dikatakannya di depan semua hadirin pada pertemuan penting, "Untuk melepaskan semua kekuatan serta citra seorang Messi, kita harus mengeluarkan Ronaldinho dan Deco."

  • Buku baru Graham Hunter, "Barca: The Making of The Greatest Team In The World", diterbitkan oleh Backpage Press dan sudah dijual bebas. Pesan di sini!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar