Social Icons

Pages

Selasa, 15 Mei 2012

Buku Barcelona Jilid V

Ketika Barcelona Menggenapi Enam Gelar Dengan Menjuarai Piala Dunia Antarklub

guradiola (world cup clubs 2009)

Pep Guardiola bercucuran air mata penuh haru ketika Barcelona sukses merebut gelar juara Piala Dunia Antarklub untuk kali pertama.

Tanpa terduga Pep Guardiola bercucuran air mata di Abu Dhabi pada 2009 setelah Barcelona mengalahkan Estudiantes de La Plata untuk menjadi juara Piala Dunia Antarklub. Momen ini menceritakan semuanya, mulai dari kemampuan diplomasi, kendali diri, dan persiapan yang berbaur dengan emosi di depan sorotan kamera televisi. Para asisten pelatih mencoba menenangkannya, tapi emosi Guardiola kian tak terbendung. Thierry Henry datang, tangannya melingkari bahu sang pelatih. Setelahnya, ada kejadian yang saya anggap janggal meski tidak ada bukti pasti.

Pemain lain yang datang merangkul Guardiola adalah Zlatan Ibrahimovic. Pemain Swedia itu mengatakan sesuatu, sepertinya lelucon, dan Guardiola sontak melepaskan rangkulannya serta hampir kehilangan keharuan yang dirasakannya dengan tatapan terganggu. Apa yang dikatakan Zlatan? Apakah kejadian ini berdampak pada hubungan mereka yang kita ketahui memburuk hingga saat ini? Pada titik ini, saya berspekulasi.


Puncak kegembiraan | Pasukan Pep Guardiola menyapu bersih semua gelar pada 2009
Diterpa sejumlah kekecewaan, akibat perseteruan di luar lapangan dan transfer gagal, beberapa pengamat menganggap musim kedua Guardiola tidak berhasil. Saya tidak berpandangan demikian.

Musim 2009/10 menghasilkan empat trofi, masing-masing diraih dengan pertarungan brutal. Dikalahkan Sevilla di laga pertama Piala Super, Barca membutuhkan sentuhan magis Lionel Messi untuk balik memenangkan laga kedua dengan agregat 5-3. Piala Super Eropa dimainkan di lapangan buruk Monte Carlo di Monaco. Shakhtar Donetsk bertarung mati-matian, Messi hampir menyundul Dario Srna dan Pedro Rodriguez mencetak gol penentu saat perpanjangan waktu.

Datang lah gelar ketiga, dan yang paling vital. Real Madrid tiga kali menjadi juara Piala Dunia Antarklub sementara Barcelona membuang dua kesempatan menjuarainya, sekali ketika Guardiola masih menjadi anggota The Dream Team pada 1992. Gelar ini sangat penting.

Piala Dunia Antarklub menjadi pertandingan ketika Barca lagi-lagi hampir kalah. Sebelum pertandingan, Guardiola mencoba meredakan tegangan. "Pertandingan paling penting dalam hidup kami? Tidak, karena kami masih punya istri, anak-anak, atau anggota keluarga lain di rumah. Tapi masa depan masih suram, karena tidak ada cara lebih baik daripada apa yang telah kita capai sejauh ini."


Madrid tiga kali menjadi juara Piala Dunia Antarklub sementara Barcelona membuang dua kesempatan menjuarainya, sekali ketika Guardiola masih menjadi anggota The Dream Team pada 1992. Gelar ini sangat penting.


Jika komentar itu bernada aneh, pidato Guardiola sebelum pertandingan lebih selaras, "Kalau kalian kalah, kalian masih menjadi tim terbaik dunia. Tapi kalau kalian menang, kalian akan menjadi legenda."

Estudiantes yang dikomandoi Juan Sebastian Veron bertarung keras, tapi mereka juga "memarkir bis" begitu sudah unggul 1-0. Lapangan tidak begitu baik, tim asal Argentina itu terus menekan, menekel, memburu seakan-akan mereka akan masuk penjara jika pulang ke La Plata tanpa trofi. Dengan dua menit tersisa, impian Guardiola memenangi seluruh gelar dalam kondisi gawat darurat, kalau tidak dibilang mati.

Namun, dia memasukkan Pedro dan Jeffren Suarez untuk melebarkan lapangan secara horizontal dan vertikal berkat kecepatan serta kemampuan para pemain itu bermain di sayap. Empat bek diperbolehkan maju membantu serangan. Strategi ini berhasil.

Pedro, salah satu pemain paling mungil di lapangan, menyamakan kedudukan melalui sundulan saat detik-detik pertandingan mendekati akhir. Kemudian, siapa lagi kalau bukan dia, Messi mencetak gol kemenangan.



Dengan dua menit tersisa, impian Guardiola memenangi seluruh gelar dalam kondisi gawat darurat, kalau tidak dibilang mati.


Saya menantang Anda untuk tidak larut dalam kegembiraan tim ini, yang dipimpin seorang ikon Camp Nou mampu menjuarai gelar Piala Dunia Antarklub pertama mereka dalam sejarah melalui pemain terbaik dalam sejarah sepakbola modern. Messi sadar baik kepala maupun kakinya tidak mampu meraih umpan silang sehingga dia menyorongkan dadanya, seperti seorang sprinter menyongsong garis finis, dan menjebol gawang lawan dengan lambang Barcelona di dadanya.

Di tengah air mata hasil tekanan dan kegembiraan, Guardiola mengatakan sesuatu. "Para pemain saya seperti para pemain amatir kuno yang terbaik," ujarnya. "Mereka sudah memiliki segalanya, tapi mereka terus berjuang karena mereka mencintai sepakbola dan karena mereka memiliki dorongan sederhana untuk menang dan menang terus."

"Tanpa mereka, saya bukan apa-apa."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar